Tampilkan postingan dengan label Muara Emil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muara Emil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2016

Satu Langit Sawah dan KL

Assalamualaikum


Annyeonghaseyo, are you happy, everyone? Jangan bilang belum apalagi tidak, what are you waiting for? right now, you must be happy! Apa hal ya aku langsung tulis pasal bahagia nih? Because my happiness is simple, simply me. Tak terhingga karenanya memberi makna. Di bawah bentangan langit, hatiku merasa lapang, fikiranku terpaku, berbilang kejenuhan dan kepenatan yang suka mengadu dibeberapa waktu lalu, semua itu menjadi pudar tanpa ragu, apa yang sedang kurasakan? bahkan senyum ini terukir sendirinya, mataku menari berbinar memandang disekitarku, perasaan apa ini? semuanya terasa lebih dari cukup, hatiku kegirangan, seperti dunia hanya untukku, lembut awan disana membuatku terkesima, luasnya bak lukisan hati, aku bukan mengada-ada, tapi semua pandangan yang tertangkap menciptakan ketenangan mendayu, hal-hal yang mengusik, ah semua sedih tak berarti lagi, so glad!

Selasa, 13 September 2016

Hari Raya Adha Punya Cerita

Assalamualaikum... ^_^

Selamat hari raya kurban 1437 H.
10 Zulhijjah jatuh pada 12 September 2016, hari Isnin. Pagi ini memang terasa berbeza dari pagi biasanya, kala jendela ku buka, akupun terhening sejenak menatap ke arah langit, disana masih berhias beberapa bintang-bintang, nampak selalu indah. Lantunan takbir mulai bersahutan memenuhi ruang fajar, ketenangan hadir mengetuk hati.

Beautiful view, langit pagi ini kala terbit mentari
Di desaku, lebaran raya haji nampak tak terlalu ramai bila dibanding dengan hari raya idul fitri, pasalnya saudara-saudari atau sanak dusun laman tidak pulang ke kampung, mengingat salah satu halnya ialah waktu libur yang ada hanya ketika hari raya kurban saja. Alright, kadangnya pula dihari sebelum raya, dirumah tak ada persiapan membuat kue-kue atau makanan khas raya. Begitulah adanya, tapi yang terpenting kan, arti dan makna idul adha tak pernah berkurang sedikitpun.

Minggu, 28 Agustus 2016

Senandung Padi

Assalamualaikum

My sunshine
Panen padi di desa tercinta telah dimulai satu minggu terakhir ini. Hari ini first day disawah kami karena padi sudah matang siap untuk dipanen. Kebetulan minggu pagi sehingga bisa berluang ke sawah sebentar, umak panen padi dengan ibung ici yang ikut membantu. oiya bahasa daerah panen padi itu 'ngetam padi'. Rencana awalnya tadi sekalian ingin membawa bekal makan siang tapi gak jadi pasalnya umak sudah membawanya langsung, umak cakap agar membeli balsem saja dan dibawa saat aku menyusul kesawah. Pastinya, dah selesai beres-beres rumah, aku bergegas untuk ke warung dan menuju sawah yang menurutku taklah jauh dari rumah. Mungkin cukup berjalan 70 langkah lebih kemudian ada sungai dan sampailah di ladang sawah, tapi karena sawah kitorang terletak di tengah-tengah jadi perlu berjalan 70 langkah lebih lagi. Cuaca minggu ini memang tidaklah terlalu cerah, bahkan sebelumnya sedikit mendung dilangit sana. Sehingga teriknya matahari tidak terlalu menyengat orang-orang yang sedang berada di ladang.

Selasa, 12 Juli 2016

Tawa dan Padi

Assalamualaikum

Gelak tawa terurai pecah ditengah hamparan sawah menjelang siang ini, murni sepenuh jiwa dikala hati merasakan makna sebenarnya dari kelapangan yang meskipun ini adalah hal terbilang begitu sederhana. Hal yang benar jika aku adalah pribadi yang love nature. Ku fikir kebanyakan dari hati insan sebenarnya begitu mencintai alam yang hadir di bumi pertiwi ini. Themanya itu adalah hijau, memang warna kesukaan tuh, aku pernah baca artikel bahwa melihat luas ladang padi itu bisa menjadi terapi mata kita agar lebih sehat, selain itu buatku sendiri berada di tengah sawah bisa rileks our mind. yaah pemandangan yang fresh green seperti di ladang padi yang kami pijak ini membagikan suasana tanah air yang asri dan permai. Orang bilang bahagia itu sederhana, bener koq.. Hati yang merasa syukur akan menemukan arti bahagia. Jadi kita bisa rasa bahagia sesungguhnya dikala kita menyadari betapa menakjubkan karya Maha Pencipta. Alhamdulillah...

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa


Minggu, 24 Mei 2015

Cinta Muara Emil

Assalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh

Hello everyone there and here.. apa kabar? Harap semua selalu baik dan sehat, Alhamdulillah selalu bersyukur karena nikmat yang selalu tercurah..
Nowadays, the weather nampak ekstrim, bila panas yang terlalu kan, matahari nampak dan rasa punya semangat yang tak tertandingi lagi, bumi sudah sejati bertema global warming, dibanding zaman dulu, sungguh jauh berbeda.. kemana bumi ku yang dulu? semoga kita sebagai manusia yang memperdulikan kehidupan anak cucu di masa depan, sepantasnya sadar akan menjaganya. mari kita sama-sama dalam gerakan mencintai alam sendiri. Kasihan bumi kita..


Well, time ini nak write story in village. walau tak begitu connect sama paragraf awal sebelumnya, tapi di desa itu lebih terasa hijaunya. Panas sih tetap tapi tak segersang di kota. Alhamdulillah bisa mudik di penghujung bulan mei ini. Senang betul rasanya, karena dah beberapa bulan tak berluang mudik karena si skripsi. tapi tak disangka bisa have waktu luang seminggu karena selesai penelitian dan bersiap nak menuju bab IV setelah mudik selesai. seperti itu ceritanya. mudik di hari minggu, nanti kamis bundanya menyusul karena senin hingga kamis tuh ada dinas di pltu bukit asam.
Entry ini lebih berkisah melalui foto saja.. here we go!

Hallooo.. aku di dusun niiiih
Ngantuk ke? Haa.. main-main saja
Mau main sama bebek yaa
Mau masak apa ya aku niiiiihh..
Jalan-jalan dulu.. HeHe sebenarnya habis dari warung
Bersepeda pinggir-pinggir ye, jangan tengah-tengah..
Senyum je lah
Sayang jerapah ku
Aktivitas dia di pagi hari
Belajar nulis dulu.. tuh kan rajin memang aku niih
Seperti biasa, mudik kali ini bersama si comel, dek zahra. Tadaaa! hebat pisan euy, dia tak nangis, dibanding mudik pertama dulu, dia dah berubah lebih pandai dan lebih ceria, bedanya terlihat saat dulu bila dah menjelang malam, dia feel susah nak pejamkan mata, tapi kini berumur 4 tahun 3 bulan, dia tak begitu lagi, tidur nyenyak di awal waktu pula.. Hebat dek ya!

Senang tak dek lihat banyak pohon macam tuuu
Itu namanya kebun karet dek
With bundanya ya
Dedek berziarah ke makam kakek..
"Bapak, adek zahra lah pintar Pak, lah pandai dan rajin baca iqro, sudah iqro 3.. tahun ini dedek juga nak mulai masuk TK, bersiap nak daftar di bulan juni nanti. Cita-cita dedek nak jadi dokter.. "

Ziarah
Nak balik dulu Kek
Selepas nak balik, I said dalam hati saja "Pak, balik kuday, wisuda in shaa Allah agustus ni kelo Pak. bulan 8 makai toga. negal lagi nak nyiapkan bab IV-V, udim tu ujian skripsi. nak wisuda gacang Pak, mangke ke dusun lagi, samo Umak lagi, dapat kerja di kampung halaman sendiri." dah tu aku ungkap keras "wisuda agustus Pak.." Umakpun tertawa mendengarnya..

Singgah negal ke kume tanglai
Ini namanya getah karet tuh
Mari menjelajah! Go!
Oke, ada yang ingat episode ipin dan upin saat membantu oppa di kebun karet, Si budak kecik itu lagi penuh tanda tanya dan rasa ingin tahunya, maklum dia memang penggemar ipin dan upin tuh. sehingga dia mengatakan ini macam oppa di film ipin dan upin, dia tak ragu dan tak sungkan sedikitpun untuk menjelajah melihat-melihat apa yang dihadapannya, dia tanya ini apa? apa ini? ini apa? apa ini?...

Inilah namanya getah karet tuh dek
Si dedek masih ingin menjelajah lagi
Umak dang becerite ngan bik puput dang ngambik puntung, bik isma ke balik juge
Apa benda ini?
Nulis di tanah tuh
Di dusun itu tidaklah lengkap kalo tak ke sawah, karena ladang memang baru selesai betanam padi beberapa minggu yang lalu, ya sudah tentu padinya belum tumbuh besar, tak apalah..

Di sawah ni with budak comel ini
Gi kecik padi neh..
Senja sore, cantik mentari tuh
Befoto kuday lah dua behading nih
Tunggu jumpa padi bila dah besar yee

Senyum mode on!
Gadis muara emil asli niii
Senang rasanya hati dua gadis ni, comel kan, haha die maksudnya, sepupuku ini memang comel macam aku, tapi sejujurnya aku tak secomel dia.. HaHa.. 

seminggu memang kurang ya, memanglah.. tapi tak apalah. mesti semangat ya. nanti adek mudik lagi, bicik juga.. haha bicik kan memang asli stay di dusun.

Dah nak ke palembang lagi
Senang kan liburan di dusun dek?!
Sudah dulu ya, jumpa di entri selanjutnya... 
We love Muara Emil
Wassalam

Selasa, 03 Maret 2015

Sawah in Love

Assalamualaikum

The beginning of march, Hello semua.. what's up? as usual, I just hope we all have good condition. Well, time awal februari lalu sudah start season yang semarak, apalagi kalau bukan musim durian. Ya, jika musim durian dah mulai, buah yang lainpun tak mau ketinggalan, mereka semua bersemangat dan berlomba untuk membagi rasa dan anekanya.. Mantap memang HaHa..
Time ini bukan nak langsung write about musim durian, it will be later. Sekarang, I really want to type simple ceritera mengenai ladang padi. sawah dah sebentar lagi nak panen, mungkin perkiraan 2 or 3 weeks again. HeHe.. kebetulan sabtu-minggu mudik kedusun, secara kan morenim tak jauh, cukup menempuh 1 jam 30 minutes. Senangnya ya.. bersama umak, berbagi semua cerita.. kamipun ke sawah, nak lihat padi, macam mana rupanya.. dah nak masak apa belum.. Aku sangat bahagia.. sangat! Alhamdulllah

Welcome in SAWAH
Padinya pada merunduk terhempas angin
Dangau sawah nih.. Ada Ummi disana
Hati merasa sangat ceria, indahnya hidup. Suasana desa itulah yang menciptakan semerbak kebahagiaan itu. Bukan lebay ya, tapi jujur mungkin karena aku adalah orang desa tulen, ya pastilah serasa disini memang jati diri, aku selalu bilang aku ini "Jemou Dusun" dan aku tentunya berbicara dengan rasa syukur dan bangga, aku telah lahir dan mencintai tanah ini. Sawah adalah tempat yang penuh keajaiban. wonderful and amazing!

Panen mungkin 2 minggu lagi, nanti bila aku selesai KKL, aku akan go to Palembang, ngurusin laporan. Bila dah kelar dan finish urusan KKL, mudik dulu nak rilex, tepatnya nak bantu Umak ngetam, bantu masak..

menurut Umak panen atau ngetam nya mungkin 2 or 3 weeks again
Senanglah aku niiih.. aku kan tuan putri ladang padi.. HaHa
Padi yang damai
Kali ini memang rasanya terasa begitu indah, kenapa? karena tak lama lagi study di Palembang akan selesai, In Shaa Allah wisuda segera di waktu yang inginkan, setengah tahun lagi. Jadi kesan yang ada dihati ini begitu cerah. Ya, aku akan bersama Umak lagi, di desa lagi dan selamanya.. Aku sering menangis haru, ah tak terasa telah hampir 3 tahun setengah, jauh sama Umak, melewati lintasan waktu yang cukup berat dijalani karena harus jauh dari dusun tercinta, jauh dari sawah.. Kini, perjuangan itu tinggal sedikit lagi agar bisa memakai toga. walau ku sadari perjuangan akan berlanjut ke jenjang masa kerja tapi yang terpenting aku tidak jauh lagi dari Umak, aku didesa tercinta. Itulah kebahagiaan. Semoga Tuhan selalu memberi kelancaran dalam meraih cita-cita agar bisa membuat beliau bangga dan kebahagiaan dihidup kami. Alhamdulillah, syukur.

Nah, take picture juga.. pas sama Umak.. Love you so much Mak
Cantik nian padi tuh..
Yeah.. this is great!

"Bukit kecik pager dewo, siring kecik hase nyawe.. nunggu padi ngetam padi, padi beisi". Itulah sepnggal lirik lagu dari Armadi Raga yang berjudul Padi Empai. Iyelah, padi-padi yang mulai menguning ini terlihat cantik, mata melihatnya menjadi segar dan mendamaikan. hati sejuk dan gembira pula. Padinya juga rasa senang setelah jumpa dengan tuan putri ini.. HeHe.. aku selalu merindukan suasana yang diciptakan dari lambaiannya, sejak dulu hingga kini dan nanti, Padi tetap indah dan sawah selalu menakjubkan.

Melang jalan sawah
Bidadariku syurgaku,
 Senyum Syukur Semangat.. Bahagia dengan mu, Mak

Bila terlihat seperti ini, artinya angin kencang menghempasnya..
Itulah cerita padi yang sebentar lagi nak di panen.. 
Wassalam