Minggu, 22 Juni 2014

Bye Semester VI

Assalamualaikum :)

"Perjuangan ini indah, kawan!"

Halo... I'm being happy! Aku dah rasa merdeka^^ Alhamdulillah... kami finish semesterannya. Wah tiada rasa duga secepat ini, semester VI telah berakhir dan segera menyongsong semester VII. Uppss, Sebelum itu harus laksanakan PPL 2 pada jadwal yang berkisar 3 minggu setelah lebaran nanti. hal ini memang harus nak prepare but must be later cause Ramadhan sudah akan datang! :D


Well, talk about semesteran during 2 weeks, Eitts itu gak setiap hari koq. based on my entry before about jadwal semesteran yang memang baguslah nak dijalani, Nelly remembers that Nelly was being sick as long as 1 week pertama. Hari pertama dah jadi pengumpul lembar jawaban yang tercepat, tulisan dah macam berantakan tapi masih bisa dibaca lah sama dosen yang check nanti. HaHa, maklum sajalah, kondisi dah demam, rasa fokus yang really low. Suggest kan aku nak istirahat dirumah, aku tak mau lah. cause fikiran tak tenang juga karena harus urus ulangan susulan. better tetap datang dan isi lembar jawaban sebisa dan semampuku. keep fighting!

Alhamdulillah... Nelly sudah mulai pulih condition nya pada awal minggu kedua semesteran, dan hari selanjutnya sudah sehat kembali. Syukur Alhamdulillah.
Nelly sudah ceria lagi, sudah dapatkan jiwa semangat lagi, Senangnya hatiku, semesteran pun feel better than before. Setidaknya tulisanku sudah tak berantakan lagi *WkWk seolah-olah :D

Mata kuliah semesteran apa yang paling berkesan? Hm.. apa ya? maybe it's statistics. Yes, that's the last day of semesteran. Terluap happiness at this time. all people look so happy with their smile. I'm one of that people. Sumringah senyum yang terlukis disini, benar-benar berasal dari hati yang memang rasa bahagia.
Kawan seperjuangan, aku rasa dah lebih dari cukup, ya ini memang kesyukuran yang luar biasa, kita sudah lewati semesteran. terutama bagiku yang sakit saat minggu pertama, rasa haru bercampur suka yang tak terkira menjadikan hari sabtu ini begitu bermakna. apapun ingin ku ungkapkan pada mereka, apapun ingin kuceritakan pada mereka, rasanya bagai dah melayang diawan-awan putih sana, kami bahagia!

Actually, setiap akhir di hari semesteran, kami pasti nak makan bersama lalu take pictures. tapi karena baru sembuh dari sakit, jadi aku tak bisa. saat ini sudah nak kurangi makan mie ayam atau bakso. walau rindu juga sama mie ayam *kesukaan euy. tapi aku nak sehat lah. so that's why, kami tak jadi makan bersama di penghujung semester VI nih. Ms. Varealla suggest kan aku untuk minum air putih saja, HaHa aku tak tega lah karena harus lihat mereka dan mie ayam. Tak lah! HeHe so, kami memang benar-benar tak makan bersama. HaHa takpe! yang penting sih take pictures *HuHu memang exist!

Almamater biru dan kartu peserta ujian jadi satu kesatuan yang menemani perjuangan selama semesteran!
Ek to the sis, Let's exis! Yelah karena terakhir semesteran, kami dah action nak keep moment! biasalah nak ambil fhoto-fhoto, senyum dan senyum! bersama besties aku.. They are Ms. Ikha, Ms. Ikhy, Ms. Nande and Ms. Varealla *miss you all #thanks for caring! kalianlah sahabat ku, apa kita masih miss kece karena sudah tak berenam lagi? Heii.. Yes we are, berlima pun kita masih miss kece kan :D HiHiHi...

with miss ikha chiby, WkWk kartunya ketinggalan :D
Nah ini baru siip! Ms. Ikha, Ms. Nelly, Ms. Nande
dan ku rasa kartu itu memang harus ikut exis!
Ms. Iky, Ms. Nande (almamater versi apa Nde :D) Ms. Ney
With Ms. Varealla :) happy all!

Ms. Nelly Vergawati, happy thought and happy heart!
Nah begitulah beberapa bukti exis nya sebuah persahabatan di penghujung semester VI. aku rasa happy lah nak ajak kartu peserta ujian tuh, biar lebih glad aja karena nyata bener semesterannya. sahabat-sahabat ini lah yang tersayang, sungguh bersyukur karena Tuhan sudah kirimkan teman yang baik, cerita mula perkawanan ini tak terlupakan untuk di masa depan kita, terima kasih sudah sedia jadi sahabat Nelly, yang suka maupun duka kita lewati sama-sama. saling menyayangi dan peduli, itulah makna persahabatan yang Nelly dapatkan hingga kesini. Walau Nelly juga sering gagal dalam persahabatan, tapi Nelly sudah bersyukur sekarang dan ini adalah yang terbaik. Allah Maha Penyayang. setiap cerita kehidupan pasti ada hikmah-Nya. memang Dia adalah pembuat rencana yang terindah.

Semester VI memang sudah finish dengan ditandai hari terakhir semesteran ini. what's up semester VI? I think it's not really different than before. Tentang perjuangan, perhatian, persahabatan dan semuanya dah menjadi cerita. bila pantas dikenang, pasti akan disimpan iluk dalam memory hati, tapi bila tidak, kenapa harus simpan. Kehidupan kampus di semester VI memang mengukirkan beragam kisah. ada yang datang dan ada yang pergi. tentu aku tak perlu umbar lagi bahwa persahabatan yang terjalin hingga kini merangkai sebuah tali ikatan yang tulus dan murni, namun ada juga kawanan yang retak (aku tak bahas lagi^^) ada juga dapat pengalaman-pengalaman baru. ada juga Yeol yang keren #dan kenapa harus tulis satu kalimat ini :D
HaHaHa... ada juga kegalauan mudik, kegalauan tugas, dan lebih parahnya inget sama tuh skripsi semakin bayang membayangi. Finally, syukurin aja deh! Jalanin setiap fase-fase perkuliahan dengan sepenuh hati! Ayo kita wisuda tahun depan :)




Semuanya memang akan menjadikan pelajaran bagi kehidupan. Toh semua perjuangan ini akan menjadi kenangan dimasa nanti, mungkin suatu hari nanti juga kita akan merindukannya dan terbesit fikiran tuk kembali ke moment-moment ini walau untuk sebentar... bisa jadi! yang pasti, apapun yang didepan mata, mari kita hadapi! someday we'll be success for all aspect of our life! selalu bersyukur...

ini saat aku baru selesai mengisi lembar jawaban statistics. Exist dan happy nian lah!
Bye semester VI... kami nak ke tahap semester VII, semoga semua hal akan baik dan kami bisa lewati dengan lancar dan penuh semangat!

Oiya, selamat mudik ya...

Wassalam :)

Jumat, 20 Juni 2014

Salam Syiam

Assalamualaikum :)


Bulan puasa sudah diambang pintu, menghitung hari menuju bulan yang penuh dengan limpahan keberkahan.
Siapa yang tak bergembira dengan kedatangan bulan suci nan pengampun dosa? Pastilah semua umat muslim bergembira menyambut ramadhan, bulan yang penuh dengan kemuliaan.

Aku pun rasa bahagia karena nak jalankan puasa bersama umak ku tersayang di dusun tercinta. Tuhan memang sangat baik. Tuhan Maha Pemurah. berpuasa bersama sang ibu. Alhamdulillah

Terutama juga, aku ini sudah rasa seperti tak sabar lagi dengan hadirnya bulan suci, memanglah iluk nian dan sangat bagus tentang adanya rasa gembira dalam menyambut bulan puasa, sungguh penuh kesyukuran tiada kira InsyaAllah bisa berjumpa lagi dengan bulan penuh rahmat ini. semua orang didunia senantiasa menanti.

Semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa dalam tarap yang sebenarnya, bukan hanya menahan lapar dan haus sahaja, atau juga bukan hanya sekedar menahan diri dari yang membatalkan puasa, tetapi semoga kita mencapai keridhoan Allah dalam ibadah puasa kita, memperbaiki iman dan taqwa kita menuju kemenangan yang sejati yaitu hanya untuk Allah swt.

Tak lupa menyampaikan bahwasanya Nelly ini hanyalah manusia biasa, salah dan khilaf tentu tak luput dari diri, baik sengaja atau tidak. Nelly dan keluarga memohon maaf lahir dan batin, mari kita bersihkan hati dengan saling mensucikan hati. kita siapkan hati dengan putihh untuk bulan suci. Memohon ampunan-Nya, itulah yang kita cari. Meminta cinta dan kasih-Nya.

Selamat berpuasa semua...

Dah itu saja yang nak ditulis, mari kita bergembira dengan kedatangan bulan ramadhan, bersyukur dengan selamat menjalankan semua ibadah-ibadah dibulan barokah ini...
Ahlan wa sahlan ya syaro syiam, Marhaban Ya Ramadhan...

Wassalam :)

Kamis, 19 Juni 2014

Jokowi-JK adalah kita

Assalamualaikum :)


Pemilihan presiden dan wakil presiden sudah sebentar lagi, 9 juli nanti pesta demokrasi dilaksanakan. sekarang, apa kita dah siap nak pilih siapa calon yang pantas jadi pemimpin negeri ini?

Dengan sesingkat dan sejelasnya, Sejujurnya dari awal, Nelly nak dukung kandidat nomor 2, Sosok yang lahir dari rakyat... pantas nak pimpin negeri tercinta ni, Jokowi-JK adalah kita. Jujur adil dan sederhana. pemimpin yang bekerja dan bukan hanya sekedar bicara, terjun langsung mendengar suara rakyat.

Kenapa pilih Jokowi-JK, Iyelah tanya dalam hati kita sendiri! kira siapa yang layak nak jadi pemimpin tuh? bukan karena dah dididik militer, bukan juga yang punya suara keras nyaring dan pandai bercakap depan umum, bukan yang glamor dan mengkilap-kilap, atau lain-lain...

Presiden dan wakil presiden untuk negeri ini adalah mereka yang tegas, bukan dalam kata saja, tapi dalam ambil keputusan yang tepat untuk negeri, mereka yang sedia nak dengarkan suara rakyatnya, mereka yang tak sibuk fikirkan uang untuk memperkaya diri, mereka yang sederhana dalam kesederhanaan, bercita-cita nak sejahterakan rakyat, majukan negeri ini dengan mengatur pemerintahan yang sesuai dan bersih, pemimpin itu memanglah nak berjuang dari hati mereka untuk rakyat, untuk bangsa ini.

Jawabannya, Jokowi dan Jusuf Kalla.
Ya, kriteria pemimpin yang pantas dan baik adalah Jokowi-JK.

Tentulah, walau mendukung dengan semangatnya, seksama memang aku ini bukan tim suksesnya, bukan juga seorang yang pandai dalam ranah politik. tapi aku ini sebenarnya adalah salah satu warga negara yang melihat dengan kacamata nurani warga indonesia. Aku pokoknya tetap nak dukung Jokowi dan JK, bila pemilu nanti, semoga pasangan nomor 2 inilah yang akan menang.

Semua yang mendukung tentu berharap sama. semoga yang memimpin negeri ini bisa mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab. Kita semua cinta bangsa kita, Indonesia.
Karena Jokowi-JK adalah kita. Ayo kita bersatu pilih nomor dua, dua itu lebih baik :) untuk Indonesia hebat! hebat! hebat!

JKW for presiden & JK for wakil presiden

Wassalam :)

Mak, Bahagiaku Dirimu

Saat dekat, dirimu dekap anakmu dengan peluk kasihmu. Saat jauh, lantunan doa yang menyertai anakmu

Mak...
Tak terhitung kasih sayangmu
Apapun engkau lakukan untuk buah hatimu
Biar luas samudera tetap dirimu arungi
Biar tinggi gunung tetap dirimu daki
Keringat dan airmata tak pernah jadi penghalang
Tak pernah engkau rasa sakit untuk senyum anakmu
Mak...
Betapa besar cinta yang dirimu miliki
Setulus hati dan jiwa yang dirimu punya
Tak pernah letih apalagi keluh kesah
Mak...
Taburan bintang takkan menandingi terang relung kasihmu
Sejuk embun pagi tak sebanding dengan damai kasihmu
Tak pernah berharap balas budi
Mak...
Tenaga dan kekuatan selalu engkau kerahkan
Lantunan doa dan restu yang engkau titipkan pada Tuhan
Oh benar malaikat hidupku adalah dirimu
Mak...
Ku ingin engkau tahu, ku sangat mencintaimu
Tak mampu ku membalas kebaikan yang tak berbatas itu
Walau ku baktikan seluruh hidupku, oh takkan cukup
Walau ku berikan seluruh hidupku, oh takkan cukup
Walau berjuta terima kasihku ku haturkan, oh takkan cukup
Takkan pernah cukup...
Mak...
Bahagiaku seiring doa sucimu
Pada akhirnya, bahagiaku hanyalah karenamu
Bahagiaku, saat melihat dirimu bahagia
Hanya engkau muara bahagiaku
Mak...
Aku bahagia memiliki Umak
Anugerah terindah didunia akheratku
Mak, dirimu bahagiaku
Bahagiaku adalah dirimu
Bersama dirimu hingga akhir waktuku

Rabu, 18 Juni 2014

Love Umak, More and More

Umak adalah segalanya dihidupku, I love you more more and more forever
Bunda...
Ikatan cinta yang takkan pernah putus
Bening kasih mu yang tiada akhir
Bunda...
Seisi dunia takkan mampu gantikanmu
Seluas langit takkan bisa mengubah posisimu
Bunda...
Selembut sayangmu yang tak berharap balas
Setulus hati yang kau bagi
tak ada yang lebih baik darimu
kaulah yang terbaik untukku
dimana aku menangis
Oh hanya padamu ku tenang
dimana aku tersenyum
Oh hanya denganmu itulah bahagia
Bunda...
Tuhan sungguh baik
Tuhan kirimkan malaikat yang nyata dihidupku
Bunda, dirimulah bidadariku
setiap detikku merindumu
takkan aku jalani langkahku tanpa namamu
Bunda...
Sehalus sentuhan tanganmu
Sekuat doa-doa yang terlantunkan
Oh Bunda...
Aku sangat mencintaimu melebihi aku padaku
Aku sangat mencintaimu, lebih dan bahkan lebih lagi
melebihi yang tak mampu ku bayangkan
aku ingin mencintaimu lebih lebih dan lebih
hingga selamanya
Bunda adalah segalanya
Tuhan... limpahkanlah cinta-Mu kepada belahan jiwaku, Bunda