Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Agustus 2014

Ilmu dan Iman

Assalamualaikum :)

 "Berjuanglah kokohkan iman dan raih ilmu, bila kita nak bahagia"
 
Ilmu yang dalam bahasa arab adalah 'ilm' yang artinya adalah pengetahuan. Ilmu memiliki kontribusi tinggi dalam menjalani kehidupan ini. Setiap waktu manusia membutuhkan ilmu. Cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Quran, Prof. Dr. M. Quraish Shibab, MA. menjelaskan, ilmu menurut ilmu keislaman yaitu segala macam pengetahuan yang berguna bagi manusia dalam kehidupannya, baik masa kini, maupun masa depan; fisika atau metafisika.
Peranan ilmu untuk kehidupan ini sangatlah penting, didalam Al Quran disebutkan 854 kata 'ilm'. selain itu, banyak hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan betapa pentingnya untuk menempuh ilmu.

Dalam ajaran islam, menuntut ilmu adalah wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan tanpa mengenal batas wilayah. Sebagaimana orang berilmu memang memiliki posisi tinggi dan mulia karena sesungguhnya Allah SWT. akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu. Keimanan akan mendorong seseorang untuk mendapatkan ilmu, dan ilmu lah yang akan menyadarkan dirinya bahwa sangatlah kecil diri ini dihadapan-Nya. Tentulah manusia akan lebih memahami tujuan hidup yang sebenarnya.


Barang siapa ingin bahagia di dunia maka harus dengan ilmu. Barang siapa ingin bahagia di dunia maka harus dengan ilmu. dan barang siapa ingin bahagia di dunia dan akherat maka harus dengan ilmu

Ilmu bagaikan cahaya kehidupan bagi manusia. Lentera yang akan dihiasi dengan iman. Lalu kita dapat mencoba mengerti layaknya pepatah yang menunjukkan bahwa iman dan ilmu selalu beriringan seimbang. Ilmu tanpa iman seperti pincang, iman tanpa ilmu seperti buta.
Berbenah dalam iman dan ilmu agar kita capai bahagia hidup dunia dan akherat. Takkan pernah kita menyesal seandainya kita tak siakan hidup kita dengan miskin ilmu. bila semasa tersedia waktu, itu maknanya kita masih diberi kesempatan nak jadi insan yang lebih baik lagi. Haus akan ilmu, mawas diri akan kadar keimanan yang rendah ini... Tuhan, jagakanlah jiwa kami ini... 
Tentu kita semua tahu, "tuntutlah ilmu sejak dalam buaian hingga ke liang lahat"
Mari kita berjuang dan terus berusaha, terus belajar nak cari ilmu... kokohkan tiang iman dan janganlah lupa bahwa ilmu tanpa amal bisa dikatakan sia-sia, karena seseorang yang memiliki ilmu tanpa diamalkan maka akan tersesat dengan ilmunya. sedang bila kita mengamalkan ilmu maka Allah akan menambahkan apa yang tidak kita diketahui dan Allah mudahkan jalan kita nak gapai surga... Berimanlah Berilmulah, dan Amalkanlah...

Semoga Yang Maha Mengetahui selalu membimbing kita dengan petunjuk-Nya. Semoga selalu terbuka pintu hati kita :)

Wassalam :)

Rabu, 23 April 2014

La Tahzan, Jangan Sedih. . .

Assalamualaikum :)

“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS.At-Taubah:40)

Perlahan namun pasti, saat ini kita telah, sedang dan akan melewati lembaran-lembaran takdir dalam hidup kita. Waktu yang bergulir merantai hari-hari selaras dengan bumi yang terus berputar dengan rotasinya.
Kehidupan adalah suatu misteri dan rahasia. Manusia memang memiliki kebatasan untuk mengetahui kecuali realita yang nampak saja. Tiada seorang yang bisa tahu secara pasti apa yang akan terjadi di hari esok kecuali Sang Maha Pencipta. Hanya Dia-lah yang mengetahui segalanya, segala yang ada di langit dan di bumi.

Roda kehidupan yang berputar pastinya berhiaskan suka dan duka, layaknya penciptaan hal yang berpasang-pasangan. Lukisan kehidupan memanglah berwarna sedih dan tawa. Jangan merasa heran bila kita tersenyum dalam manisnya kehidupan. Itu hal umum yang sudah sewajarnya dan seharusnya. Lalu, kisah yang paling mendasari adalah mampukah kita bertahan saat kepahitan hidup sedang menguji kita? Tentu saja jawabannya adalah selama hayat masih dikandung badan, sepahit apapun kehidupan, jalanilah dengan kesabaran. La Tahzan...

Seandainya, hari ini kita sedang susah. Janganlah pasang muka lelah dan masam pula. Sia-sialah untuk hias muka dengan cemberut. Sekali lagi, harus penuh kesyukuran, karena lihatlah kebawah, disana banyak mereka yang lebih bersusah dari apa yang kita hadapi. Bila kita sudah tersadar bahwa setiap manusia memiliki cobaan dan ujian dalam hidupnya, maka kita akan tersenyum tegar melalui setiap fase-fase tersebut. 
Allah swt. paling berkuasa atas hamba-hambanya. Allah Maha bijaksana dalam memberikan cobaan. Tiada dugaan yang tidak mampu diemban oleh setiap hamba-Nya. Tuhan mengetahui segalanya. Kita mampu atau tidak, bukanlah suatu perkara yang manusia putuskan sendiri. Karena sejatinya Tuhanlah yang paling mengetahui kemampuan setiap makhluk ciptaan-Nya. Dialah Sang Pengatur rencana terbaik di  muka bumi ini.

Dulu, kini, esok dan selamanya... Kita hanyalah milik Sang Khalik.
Suatu cobaan yang berikan-Nya untuk menguji keimananan dan ketaqwaan sang hamba. Hadapilah semua ujian dengan lapang dada. mereka hadir untuk menjadikan kita lebih kuat dan memahami arti hidup. mereka datang untuk mendidik kita agar lebih Mendekatkan diri kepada sang Maha Pengasih dan Penyayang.
Bila ada hal yang belum kita dapatkan, bersabarlah dan jangan berputus asa. Setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan. Jadi sudah seharusnya kita tersenyum tabah dalam setiap kekecewaan, La Tahzan...

Janganlah bersedih dalam setiap ujian yang melanda, kita harus memahami makna darinya bahwa itu adalah sebuah tanda Allah menyayangi kita. Dia menginginkan hamba-hambanya untuk kuat melaluinya dan memetik hikmah yang dibawanya. Menangis dalam kesedihan bertubi-tubi, takkan menyelesaikan apapun dan takkan mampu membantu jiwa tegar melaluinya.

Ingatkan bahwa ujian yang datang memiliki pelajaran agar kita menjadi insan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Seperti level kehidupan yang harus kita jejaki satu persatu.. Lalu yakinilah, tak ada satu alasanpun yang akan membuat kita bersedih. Karena kita tak pernah sendiri, Allah swt. senantiasa bersama kita. Dia tak pernah meninggalkan kita dalam keseorangan. Tak perlu mengeluh nestapa melaluinya. bangkitlah jiwa yang kuat! La Tahzan innallaha ma'ana.

Ujian yang mendera dalam kehidupan bukan tak memiliki maksud. Mungkin itulah teguran atas kelalaian yang selama ini telah kita perbuat. Merenungi bahwa kita memanglah makhluk yang penuh kekhilafan dan tak luput dari kesalahan, cabaan itulah musibah yang diberikan sebagai kifarah dosa-dosa yang telah lalu. Allah menyayangi kita melalui tegurannya yang lembut agar kita menjadi hamba yang sadar. Ikhlaslah menerima bersama pemohonan ampunan-Nya. Renungilah dan tekadlah untuk tidak mengulangi. Renungilah dan tekadlah untuk menjadi hamba yang lebih baik lagi.
Allah SWT berfirman :
"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah  disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar(dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS Asy Syuura : 30)

Ujian yang melanda juga sebagai dugaan untuk mengukur rasa cinta kita kepada-Nya, Seberapa besarkah rasa berserah diri, seberapa banyakkah kesyukuran kita dalam setiap keadaan yang diberikannya, sebera  kuatkah kadar keimanan kita.
Allah SWT berfirman :
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedang mereka tidak diuji lagi ?" (QS Al Ankabut : 2)

Bersabar adalah pilihan terbaik bagi umatnya. Karena Allah menyayangi hamba-hamba yang bersabar dalam cobaan. Janganlah berputus dari rahmat ALLAH. Ujian adalah tanda Allah peduli akan kita.
La tahzan innallahi ma'ana.
Hanya hamba Allah yang mampu berserah
Hanya hamba Allah yang mampu berpasrah
Karena segalanya bergantung pada-Nya
Hanya pada Dia, semua bermuara

Jadi, berusahalah untuk jangan bersedih lagi. kesulitan yang kita hadapi bukan semata-mata untuk ditangisi atau diratapi. Pandailah untuk bersyukur. Harus kita sadari bahwa kekecewaan, kesedihan, keputusasaan, kepiluan, kegalauan, kemurungan dan teman-temannya yang lain... bukanlah alasan untuk kita bersedih. bukan sama sekali. Percayalah, Tuhan selalu merencanakan yang terbaik untuk hamba-Nya. Hidup kita begitu berarti karena-Nya. La Tahzan... jangan sedih, semuanya pasti ada hikmah yang akan kita petik.

Wassalamualaikum :)

Senin, 21 April 2014

Wiladah Sayyidah Fathimah az-Zahra AS.

Assalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh

Sesungguhnya Kami akan memberimu kenikmatan yang banyak.
Maka salatlah (kamu), dan angkatlah kedua tanganmu.
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu,
dialah yang terputus keturunannya.
Sang Rasul segera beranjak dari Gunung Hira menuju rumahnya. Dalam luapan kegembiraan, dia menjumpai istrinya yang sedang dalam suasana sama. Khadijah menatapnya dengan lambaian mata berbinar-binar bahagia.
"Aku benar-benar telah melahirkan seorang putri bagimu. Ketahuilah anak lelaki tidaklah sama dengan anak perempuan," Kata sang istri dengan nada syahdu
"Kami berjanji akan memberimu limpahan kenikmatan. Namamu Fathimah, dan ALLAH telah menjauhkanmu dari kejahatan setiap manusia," lirih Nabi seraya membelai lembut sepenuh jiwa Sang Bingkisan Langit mungilnya itu

Selamat Datang Wahai Sayyidah Fathimah az-Zahra' AS.

Di sebuah malam jum'at 20 Jumadil Akhir, tiba-tiba terdengarlah suara yang sangat menggembirakan. Kelahiran anak perempuan yang dilimpahi berkah, Dia adalah puteri bungsu Rasulullah SAW. Betapa bahagianya hati Nabi Allah. Beliau sangat bersuka cita dan gembira dengan kelahiran buah hati. Beliau mengangkat kedua tangannya ke langit dan memanjatkan doa yang disertai tetesan airmata kebahagiaan seorang ayah. Selepas sujud, dengan spontan beliau menatap ke arah orang-orang yang berada disekelilingnya dan berkata: "Anakku ini bernama Fathimah."

Di antara anak wanita Rasulullah saww, Fathimah Az-Zahra a.s, merupakan wanita paling utama kedudukannya. Kemuliannya itu diperoleh sejak menjelang kelahirannya, yang didampingi wanita suci sebagaimana yang diucapkan oleh Khadijah:

“Pada waktu kelahiran Fathimah a.s, aku meminta bantuan wanita-wanita Qurays tetanggaku, untuk menolong. Namun mereka menolak mentah-mentah sambil mengatakan bahwa aku telah menghianati mereka dengan mendukung Muhammad. Sejenak aku bingung dan terkejut luar biasa ketika melihat empat orang tinggi besar yang tak kukenal, dengan lingkaran cahaya disekitar mereka mendekati aku. Ketika mereka mendapati aku dalam kecemasan salah seorang dri mereka menyapaku: "Wahai Khadijah! Aku adalah Sarah, ibunda Ishhaq dan tiga orang yang menyapaku adalah Maryam, Ibunda Isa, Asiah, Putri Muzahim, dan Ummu Kultsum, Saudara perempuan Musa. Kami semua diperintah oleh Allah untuk mengajarkan ilmu keperawatan kami jika anda bersedia". Sambil mengatakan hal tersebut, mereka semua duduk di sekelilingku dan memberikan pelayanan kebidanan sampai putriku Fathimah a.s lahir.”

Rasulullah SAW bersabda :
"Fatimah adalah daripadaku dan barang siapa yang membuat dia marah, akan membuat aku marah."[Al-Bukhari, Jilid V, hadith 111]

Sayyidah Fathimah az-Zahra termasuk dalam Ahlul Bayt Rasulullah SAW sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat al-Tathir dalam surah al-Ahzab: 33.
“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan kalian daripada kekotoran (rijsa) ,wahai Ahlul Bayt dan menyucikan kamu sebersih-bersihnya.”


Nama : Fathimah
Gelar : Az-Zahra
Julukan : Ummu al-Aimah, Sayyidatu Nisa’, al-‘Alamin, Ummu Abiha
Ayah : Muhammad Rasulullah saww
Ibu : Khadijah al-Kubra
Tempat/Tgl Lahir : Makkah, Hari Jum’at, 20 Jumadi al-Tsani (jamadil akhir)
Hari/Tgl Wafat : Selasa, 3 Jumadi al-Tsani Tahun 11 H
Umur : 18 Tahun
Makam: ???
Jumlah Anak : 4 orang; 2 laki-laki dan 2 perempuan
Laki-laki : Hasan dan Husein
Perempuan : Zainab dan Ummu Kaltsum


Suatu kegembiraan bagi umatnya yang ingin memperingati dan merayakan hari bahagia kelahiran puteri Rasulullah SAW. pada setiap tahunnya. Tujuannya adalah agar umat Islam tetap ingat bahwa sosok manusia agung kesayangan Rasul itu adalah seorang penghulu wanita sepanjang zaman yang kedudukannya sangat tinggi di hadapan Allah SWT.


Di hari mulia itu lahirlah sosok teladan terbaik bagi manusia, Beliau adalah salah satu dari penghulu wanita syurga. Rasulullah bersabda:
"Cukup untuk kamu ketahui bahwa diantara perempuan sealam semesta (yang paling mulia) ada 4 orang, yaitu Maryam puteri Imran, Khadijah puteri Khuwailid, Fathimah puteri Muhammad, dan Asiyah isteri Fir'aun."

Acara peringatan wiladah Sayyidah Fathimah Az-Zahra memiliki tujuan untuk menumbuhkan kembali penghormatan dan rasa cinta kepada wanita agung sepanjang zaman.
Kita harus lebih mengenal kehidupan Fathimah az-Zahra a.s, wanita agung sepanjang masa. kehidupan yang diwarnai kesucian, kesederhanaan, pengabdian, perjuangan dan pengorbanan bukan kehidupan yang diwarnai kemewahan yang ramah dan lembut.

Yaa Allah, semoga hamba yang amatlah lemah dan bodoh ini menjadi hambamu yang selalu dan terus belajar, belajar, belajar dalam meraih cahaya kebenaran-Mu.
Semoga kita menjadi golongan umat yang mencintai puteri Rasulullah SAW. dengan segenap hati. Mengingat beliau dalam doa dan ziarah kita. Mencontohi tauladan wanita agung sepanjang masa.

"Dia dinamakan Fathimah karena Allah menyelamatkan (fathama) setiap orang yang mencintainya dari api neraka." (Hadist)

Wassalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh