Dikotaku, eh maksudnya didesaku itu sudah dipastikan dong tidak ada yang namanya gedung bioskop, Huuuii.. si akunya baru mengunjungi the cinema saat di traktir sahabatku, Jang Geum. *gomawo yo geum itupun awalnya aku nggak minat banget, aku tak tertarik atau sebut saja takut kali ya' ^^entahlah *ndeso tapi kawanku tetap berjuang di medan perang *hadeeeh maksudnya usaha dengan kata-katanya buat mengajakku kenal sama yang namanya bioskop, well.. akhirnya aku setuju. Kami ketemuan di PS dan menuju lantai empat. Tanggalnya 29 Maret 2015. Dengan judul film insurgent. Oke, dari situlah aku tau yang namanya bioskop. Layarnya gede' amat dah dan suaranya itu lho menggelegar bagai badai halilintar *too much yang pastinya aku jadi mudah terkejut, telinga kitorang perlu menyesuaikan gitu HiHii *beneran harap maklum lalu barisan kursi merahnya yang meningkat semakin tinggi menurutku nyaman juga untuk penonton agar tak bosan buat beranjak pergi, ruangannya luas dan sejuk, apalagi yaa.. Hm.. pokoknya kesimpulan bagiku bioskop keren deh! *baru nemu Oiya, kedua kali ke bioskop juga sama Jang Geum namun kami memilih bioskop yang ada di IP, aku inget pemain filmnya si handsome, shaheer sheikh, zaman itu aku lagi baper sama dia. HeHe setelah itu, I never go the cinema anymore.
Alright! Kali ini aku ingin share story about me, my nieces and the cinema. Kebetulan, liburan kali ini, keponakanku yang stay di m.e ikut. Aku memang ke palembang hendak mengantar adek zahra
